Doa Untuk Bangsa

1 Timotius 2:1-8

Setelah mengamati kondisi yang fasik dari bangsa-bangsa kita, kita menyadari betapa perubahan sangat diperlukan. Namun, solusi Tuhan bagi keadaan yang sulit ini cukup mengejutkan. Paulus mengajarkan kepada Timotius untuk menetapkan beberapa prioritas di dalam jemaat, dan yang ada pada urutan teratas adalah doa “untuk raja-raja dan semua pembesar” (ayat 2). Alasan permohonan kita ini ialah agar kita dapat menjalani hidup yang sentosa dan saleh, sehingga dengan demikian kita memiliki kesempatan yang tidak terhalangi untuk memberitakan tentang sang Juruselamat kepada orang lain.

Paulus tidak akan pernah memberikan perintah ini kepada Timotius bila ia sendiri tidak meyakini bahwa doa jemaat akan membawa suatu perubahan dalam menggenapi maksud Tuhan bagi bangsa mereka. Masalah kita tidak terletak pada janji atau kuasa Tuhan, melainkan karena kita kurang beriman. Dengan berfokus pada besarnya masalah atau kekuasaan mereka yang duduk di kursi pemerintahan, kita lupa akan kedaulatan Tuhan yang sedang menantikan kita untuk meminta campur tangan-Nya.

Kebijakan dan peraturan politik pada akhirnya tidak ditentukan di ruang rapat dan ruangan pemerintahan, melainkan di ruang doa. Suara-suara yang membentuk arah suatu bangsa bukanlah suara yang digemakan di ruang legislatif, melainkan suara yang datang kepada tahkta Allah dengan iman yang penuh keberanian (Ibrani 4:16). Saat gereja percaya dan berdoa, Tuhan akan bertindak.

Mengetahui bahwa Tuhan dapat mengubah suatu negara, Anda mungkin bertanya-tanya mengapa Ia menunggu sekian lama untuk melakukannya. Mungkin Ia pun menanyakan hal yang sama kepada Anda: ”Mengapa kamu menanti demikian lama untuk berdoa?” Setiap otoritas di muka bumi ini dapat dijamah oleh kuasa doa bila kita bersedia untuk meminta dan mempercayai Tuhan.

Setuhan Hati, Edisi 2 Juli 2011